Senin, 04 Februari 2013

Pajak Penghasilan Badan | Kompensasi Kerugian


Jika Wajib Pajak Badan yang menggunakan pembukuan mengalami kerugian dalam tahun-tahun sebelumnya maka kerugian fiskalnya dapat dikompensasi 5 (lima) tahun sejak dialaminya kerugian (Pasal 6 ayat (2) UU PPh).

Kompensasi kerugian hanya diperbolehkan diisi oleh Wajib Pajak yang menyelengggarakan pembukuan. Kompensasi  yang boleh diisikan adalah jumlah kerugian fiskal yang telah terjadi untuk tahun pajak 5 (lima) tahun.

Jika pengeluaran-pengeluaran yang diperbolehkan secara fiskal terdapat kerugian fiskal maka kerugian tersebut dapat dikompensasikan dengan penghasilan neto atau laba fiskal selama 5 (lima) tahun berturut-turut di mulai sejak tahun berikutnya sesuadah tahun didapatkannya kerugian tersebut.

Contoh :
PT.ABC  dalam tahun 2010 menderita kerugian fiskal sebesar Rp 1.200.000.000. Periode 5 tahun berikutnya rugi laba fiskal PT ABC sebagai berikut :
Tahun 2011, laba fiskal                             =          Rp. 200.000.000
Tahun 2012, laba fiskal                             =          (Rp.300.000.000)
Tahun 2013, laba fiskal                             =          NIHIL
Tahun 2014, laba fiskal                             =          Rp.100.000.000
Tahun 2015, laba fiskal                             =          Rp.800.000.000
Kompensasi kerugian sebagai berikut :
Rugi fiskal tahun 2010                              =          (Rp .                1.200.000.000)
Laba fiskal tahun 2011                              =          Rp.                       200.000.000            (-)
Sisa rugi fiskal tahun 2010                                    =          (Rp.                 1.000.000.000)           
Rugi fiskal tahun 2012                              =          Rp.                       300.000.000
Sisa rugi fiskal tahun 2010                                    =          (Rp.                 1.000.000.000)           
Laba fiskal tahun 2013                              =          NIHIL
Sisa rugi fiskal tahun 2010                                    =          (Rp.                 1.000.000.000)
Laba fiskal tahun 2014                              =          Rp.                       100.000.000            (-)
Sisa rugi fiskal tahun 2010                                    =          (Rp.                     900.000.000)
Laba fiskal tahun 2015                              =          Rp.                       800.000.000            (-)
Sisa rugi fiskal tahun 2010                                    =          (Rp.                     100.000.000)

Sisa rugi fiskal tahun 2010 sebesar Rp 100 juta tersebut sudah tidak bisa dikompensasikan lagi karena jangka waktu kompensasi  selama lima tahun sudah kadaluarsa.

Bagaimana cara menghitung Pajak Penghasilan Badan (PPh Badan) yang harus dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh Badan 2012?


Gunakan company directory dibawah ini untuk menghubungi kami baik untuk konsultasi maupun berminat menggunakan jasa kami. Kami akan segera merespon pertanyaan Anda secepat yang bisa kami lakukan. Terima kasih.
Jl. Suryopranoto No.2 Harmoni Plaza Blok K/3 Utara. Jakarta Pusat
Phone          : 021 632 9150
021 632 9156

Mobile         : 081318452944
PIN BB       : 228FD5E4
Email           : setiawan@samco-consultant.com | binajasareksaprima@gmail.com
Website       : www.samco-consultant.com


0 komentar :

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Recommended