Jumat, 08 Februari 2013

Pajak Penghasilan Orang Pribadi (PPh OP) | Objek Pajak Penghasilan Orang Pribadi


Objek PPh Orang Pribadi adalah penghasilan, yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh oleh Orang Pribadi, baik yang berasal dari Indonesia atau dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apapun. Dalam pasal 4 ayat (1) UU PPh ditegaskan contoh tambahan kemampuan ekonomis, yang dapat dikelompokkan menjadi 4 macam yaitu :

A.                 Penghasilan dari pekerjaan
1.    Penggantian atau imbalan berkenaan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau diperoleh termasuk gaji, upah, tunjangan, honorarium, komisi, bonus, gratifikasi, uang pensiun, atau imbalan dalam bentuk lainnya, kecuali ditentukan lain dalam undang-undang;
2.      Hadiah dari pekerjaan atau kegiatan, dan penghargaan.

B.                 Penghasilan dari usaha atau pekerjaan bebas
1.      Laba usaha;
2.    Iuran yang diterima atau diperoleh perkumpulan dari anggotanya yang terdiri dari Wajib Pajak yang menjalankan atau pekerjaan bebas.

C.                 Penghasilan dari modal (investasi)
1.      Keuntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta termasuk :
a.  Keuntungan karena pengalihan harta kepada perseroan, persekutuan, dan badan lainnya sebagai pengganti saham atau penyertaan modal ;
b.  Keuntungan yang diperoleh perseroan, persekutuan dan badan lainnya karena pengalihan harta kepada pemegang saham, sekutu atau anggota ;
c. Keuntungan pengalihan harta dalam likuidasi, penggabungan, peleburan, pemekaran, pemecahan, pengambilalihan usaha ; atau reorganisasi dengan nama dan dalam bentuk apa pun ;
d.    Keuntungan karena pengalihan harta berupa hibah, bantuan, atau sumbangan, kecuali yang diberikan kepada keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat dan badan keaagamaan, badan pendidikan, badan sosial, termasuk yayasan, koperasi, atau orang pribadi yang menjalankan usaha mikro kecil, koperasi, atau orang pribadi yang menjalankan usaha mikro kecil, yang ketentuannya diatur lebih lanjut dengan Peraturan Menteri Keuangan, sepanjang tidak ada hubungan usaha, pekerjaan, kepemilikan, atau penguasaan di antara pihak-pihak yang bersangkutan ; dan
e.     Keuntungan karena penjualan atau pengalihan sebagian atau seluruh hak penambangan, tanda turut serta dalam pembiayaan, atau permodalan dalam perusahaan pertambangan ;
2.      Bunga termasuk premium, diskonto, dan imbalan karena jaminan pengembalian utang ;
3.      Deviden, dengan nama dan dalam bentuk apapun, termasuk deviden dari perusahaan asuransi kepada pemegang polis, dan pembagian laba dari sisa hasil usaha koperasi ;
4.      Royalti atau imbalan atas penggunaan hak
5.      Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta.

D.                 Penghasilan lain-lain
1.      Hadiah dari undian.
2.      Penerimaan kembali pembayaran pajak yang telah dibebankan sebagai biaya ;
3.      Penerimaan atau perolehan pembayaran berkala ;
4.      Keuntungan karena pembebasan utang kecuali sampai jumlah tertentu yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah ;
5.      Keuntungan karena selisih kurs mata uang asing;
6.      Tambahan kekayaan neto yang berasal dari penghasilan yang belum dikenakan pajak.
7.      Penghasilan dari usaha berbasis syariah
8.      Imbalan bunga sebagaimana dimaksud dalam UU yang mengatur mengenai KUP
9.      Surplus Bank Indonesia

Dari penegasan bahwa tambahan kekayaan netto yang berasal dari penghasilan yang belum dikenakan pajak merupakan objek pajak kecuali ditetapkan sebaliknya.

Dalam pasal 4 ayat (2) ditentukan bahwa jenis-jenis penghasilan tertentu pajaknya ditetapkan secara final sehingga semua jenis penghasilan di Indonesia dapat digolongkan menjadi 3 macam yaitu :

1.      Penghasilan yang merupakan Objek Pajak yang dipotong PPh Final (Pasal 4 ayat (2));
2.      Penghasilan yang merupakan Objek Pajak PPh tidak bersifat final (Pasal 4 ayat (1));
3.      Penghasilan yang bukan merupakan Objek Pajak (Pasal 4 ayat (3))

Gunakan company directory dibawah ini untuk menghubungi kami baik untuk konsultasi maupun berminat menggunakan jasa kami. Kami akan segera merespon pertanyaan Anda secepat yang bisa kami lakukan.
 
Terima kasih.

Jl. Suryopranoto No.2 Harmoni Plaza Blok K/3 Utara. Jakarta Pusat
Phone          : 021 632 9150
021 632 9156

Mobile         : 081318452944
PIN BB       : 228FD5E4
Email           : setiawan@samco-consultant.com | binajasareksaprima@gmail.com
Website       : www.samco-consultant.com

0 komentar :

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Recommended